Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka,apalagi saya, Andadankita sebagaimanusiayang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari oranglain.
{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan(datang)nya.}
(QS.An-Nahl:1)
Janganpernah mendahuluisesuatuyangbelumterjadi! ApakahAnda maumengeluarkankandungansebelum waktunyadilahirkan,ataumemetik buah-buahansebelummasak? Hariesokadalahsesuatuyangbelumnyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yangbakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akanberwujud kesenangan atau kesedihan?
Yangjelas, hariesokmasih adadalamalamghaibdanbelumturunke bumi.Maka,tidaksepantasnyakitamenyeberangisebuahjembatansebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pulajembatan ituhanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akansampaipadajembatanitu dankemudianmenyeberanginya.
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.